Pada pertemuan ke-3 ini kami membahas tentang sejarah perumusan pancasila. dari pertemuan kuliah yang saya lakukan materi yang saya terima sebagai berikut. Sejarah perumusan pancasila diawali dengan munculnya tokoh-tokoh politik yang
tergabung dalam Perhimpoenan Indonesia yang menekankan
terhadap solidaritas dan kesatuan bangsa. Dan disusul oleh sumpah pemuda pada
28 Oktober 1928. Yang pada akhirnya dibentuklah BPUPKI oleh pemerintahan
Jepang.
Sebelum membahas kepada perumusan Pancasila, kita perlu tau bahwa Jepang
datang ke Indonesia pada 1 Maret 1942 di Teluk Banten, Eretan Wetan (Jawa
Barat), dan Kranggan (Jawa Tengah). Dengan semboyannya 3A (Jepang cahaya asia;
Jepang pelindung asia; Jepang pemimpim asia). Hal ini pun, disambut suka cita
oleh masyarakat Indonesia. Namun, dengan berjalannya waktu kenyataan 3A
bukanlah hal yang baik untuk kehidupan warga Indonesia. Banyak sekali warga
Indonesia yang gugur dalam proses pembangunan yang dilakukan Jepang. Selain
itu, banyak dari warga Indonesia yang tergabung dalam PETA hilang karena di
medang yang tidak ada rasa tanggung jawab dari Jepang.
Pada awalnya, Indonesia dijanjikan kemerdekaan oleh Jepang oleh sebab
itulah di bentuk BPUPKI. BPUPKI dibentuk 29 April 1945 beranggotakan 60 orang.
Diketuai oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat dengan dua wakil Raden Panji Suroso
dan Ichibangsae (orang Jepang). BPUPKI dilantik oleh Letjen Kumakichi Harada
(panglima ke-16 Jepang di Jakarta) pada 28 Mei 1945. Sehari setelahnya
sidang BPUPKI segera di mulai.
Sidang pertama BPUPKI diselenggarakan 29 Mei-1 Juni 1945 dengan tiga tokoh
terkenal yang menyampaikan aspiranya yaitu Moh. Yamin, Dr. Soepomo, dan ir.
soekarno.
Dengan mengetahui
proses perumusan pancasila diharapkan masyarakat Indonesia lebih bisa
mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, dengan mengetahuinya
proses dan sejarah perumusan pancasila para pemuda bangsa dapat lebih mencintai
Indonesia sehingga dapat lebih baik dalam membangun bangsa ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar