Rabu, 19 April 2017

Pertemuan VI 17 April 2017 : Pancasila Segabai Dasar Negara

Pada pertemuan keenam ini mata kuliah pendidikan pancasila, kami membahas materi pancasila sebagai dasar negara. Pancasila merupakan ideologi bangsa Indonesia. Ideologi itu sendiri adalah panduan untuk seseorang bertingkahlaku sesuai dengan perturan di negaranya masing-masing. Sebagi contoh seseorang yang memiliki tujuan adalah kesenangan atau hedonisme maka dalah hidupnya seseorang tersebut akan melakukan hal-hal yang hanyak membuatnya senang. Berbeda dengan seseorang yang mengejar materi atau kekayaan, maka orang utu akan melakukan segala cara untuk mendapatkan harta sebanyak-banyaknya. Selain itu, dapat saja seseorang berideologikan agama maka orang tersebut akan taat keagamannya terebut dan hanya akan melakukan apa yang diperintahkan oleh agamanya.

Secara garis besar ideologi terbagi menjadi dua :
  • Liberal
  • Sosialis

Negara akan berjalan sesuai dengan ideologi yang digunakannya. Jika tanpa ideologi, negara tersebut pasti terjadi berjalan dengan baik, karena masyarakatnya akan mendahulukan kepetingan masing-masing. Kecuali negara otoriter yang tidak tidak peduli dengan masyarakatnya. Untuk Indonesia sendiri secara umum pentinganya ideologi sudah dijelaskan dalam sidag BPUPKI. Dalam sidang BPUPKI Dr.  Soepomo mengungkapkan bahwa ideologi ada 3 yaitu sebagai berikut :
  •  Liberal (individualistis)
  • Sosialis (kelas)
  • Integralistik

Indonesia sendiri memilih integralistik sebagai ideologi. Secara historis ideologi sendiri dapat dijelaskan dari sejarah perkembangan dunia. Dalam sejarah dunia yang diklasifikasikan berdasarkan pola pikir manusia dari abad keenam sebelum masehi sampai abad keenam sesudah masehi terjadi dua zaman yaitu zaman prasejarah dan zaman kerajaan yunani. Dizaman prasejarah manusia belum berfikir dengan logika dan hanya mempercayai semua kejadian adalah kehendak dewa. Sedangkan dizaman kerajaa yunani manusia sudah mulai berfikir dengan rasio. Contohnya Tales mengungkapkan bahwa bumi berasal dari air dan Tales juga orang pertama yang dengan tepat dapat mempekirakan gerhana matahari.  Dizaman kerajaan juga bermunculan para pemikir seperti Plato dan Aritoteles. Kaum pemikir ini beri termpat yang sesuai dan dijuluki kaum sofis yaitu kaum yang menyatakan bahwa “tidak ada kebenaran yang mutlak di dunia ini”.

Dari abad keenam sampa abad keenam belas  adalah zaman kegelapan. Disebut zaman kegelapan karena semua orang tidak dapat dengan bebas berfikir karena terhambat oleh agama dalam hal ini agama katolik yang sedang digunakan pada masa tersebut). Walapun banyak yang bertentangan dengan agama tetapi penemuan teknologi tetap marak . dizaman ini terdapat beberapa tingkat sosial yaitu :
  • Raja
  • Bangsawan
  • Baron-baron (para pengurus kerajaan)
  • Tokoh agama

Dengan banyaknya penemuan teknologi munculah kaum borjuis (orang-orang yang menemukan teknologi). Dengan munculnya kaum baru ini mereka semakin naik dan menguasai ekonomi. Maka munculah industri yang dimana banyak pekerja namun tidak banyak pekerjaan pada masa itu. Inilah yang memunculkan liberalis,hal-hal tentang liberalis pada masa itu antara lain:
  • Muncul karena kaum borjuis yang ingin pendapatnya diakui.  
  • Sebelumnya negara mengakui seluruh kekuasaan dari tuhan yang diberikan kepada raja, lalu paham ini dihilangkan.
  •  Mulai adanya bentrok antara kaum borjuis dan raja sehingga muncul berbagai perjanjian.
Dari sinilah konsep negara terbentuk dengan manusia satu sama lain salaing mengeluarkan pendapatnya. Contohnya revolusi prancis yang benyaknya bermunculan konsep individualistik yang diterima di tahun 18-an. Dan ditahun tersebut Karl Mark melihat bahwa dimasyarakat terdapat kelas-kelas yaitu ortodok, borjuis, dan miskin. Sehingga munculah gagasan ingin mendirikan negara tanpa kelas. Paham ini dinamakan sosialis, yaitu hipotesa seseorang yang ingin melaksanakan hal yang diidam-idamkannya. Dan paham ini dilaksanakan oleh satu partai yaitu komunis.

Dan dalam sejarah dunia dari abad keenam belas  samapai kesembilan belas adalah masa modern dan abad ke sembilan belas sampai abad dua puluh adalah zaman komtemporer.

Dalam garis besar konsep liberal, jika diterapkan di Indonesia akan terjadinya banyak partai politik yang diserahkan kepada masing-masing pihak. Dalam bidang sosial tidak akan memiliki banyak pasal dan dalam bidang ekonomi negara tidak akan berurusan mengurusi dan hanya sebagi wasit jika ada permasalahan.

Sedangkan dalam secara konsep ideologi sosialis, dalam bidang agama harus dilarang, bidang sosialis akan banyak hukum untuk masyarakat sebagai pengontrol tingkah laku. Dibidang ekonomi segalanya akan menjadi milik negara sehingga barang-barang menjadi murah. Sedangkan dalam bidang politik hanya akan ada satu partai politik.

Indonesia tidak dapat memakai karena budaya indonesia yang tidak sam adengna orang-orang eropa dan apabila memaksan akan terjadi ketimpangan sosial yang sangat besar. Sedangkan tidak memakai sosialiskarena di Indoensia agama tidak dapat dipisahkan denga kehidupan. Didalam bidang politik pun akan banyak yang menciderai hak asasi manusia. Sedangkan dibidang ekonomi sejak dari awalpun banyak pemimpin orang yang punya sehingga sulit untuk merelisasikannya.

Sehingga dengan sidang BPUPKI pancasila lah yang tepat untuk Indonesia.


Itulah hasil pertemuan keenam mata kuliah pendidikan pancasila. Semoga bermanfaat. Terimakasih. Tetap SEMANGAT!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DAUR / SIKLUS NITROGEN

DAUR / SIKLUS NITROGEN Nitrogen  adalah unsur yang paling berlimpah di atmosfer (78% gas di atmosfer adalah  nitrogen ). Meskipun demik...