Pada pertemuan keenam
ini mata kuliah pendidikan pancasila, kami membahas materi pancasila sebagai
dasar negara. Pancasila merupakan ideologi bangsa Indonesia. Ideologi itu
sendiri adalah panduan untuk seseorang bertingkahlaku sesuai dengan perturan di
negaranya masing-masing. Sebagi contoh seseorang yang memiliki tujuan adalah
kesenangan atau hedonisme maka dalah hidupnya seseorang tersebut akan melakukan
hal-hal yang hanyak membuatnya senang. Berbeda dengan seseorang yang mengejar
materi atau kekayaan, maka orang utu akan melakukan segala cara untuk
mendapatkan harta sebanyak-banyaknya. Selain itu, dapat saja seseorang
berideologikan agama maka orang tersebut akan taat keagamannya terebut dan
hanya akan melakukan apa yang diperintahkan oleh agamanya.
Secara garis besar
ideologi terbagi menjadi dua :
- Liberal
- Sosialis
Negara akan berjalan
sesuai dengan ideologi yang digunakannya. Jika tanpa ideologi, negara tersebut
pasti terjadi berjalan dengan baik, karena masyarakatnya akan mendahulukan
kepetingan masing-masing. Kecuali negara otoriter yang tidak tidak peduli
dengan masyarakatnya. Untuk Indonesia sendiri secara umum pentinganya ideologi
sudah dijelaskan dalam sidag BPUPKI. Dalam sidang BPUPKI Dr. Soepomo mengungkapkan bahwa ideologi ada 3
yaitu sebagai berikut :
- Liberal (individualistis)
- Sosialis (kelas)
- Integralistik
Indonesia sendiri
memilih integralistik sebagai ideologi. Secara historis ideologi sendiri dapat
dijelaskan dari sejarah perkembangan dunia. Dalam sejarah dunia yang diklasifikasikan
berdasarkan pola pikir manusia dari abad keenam sebelum masehi sampai abad
keenam sesudah masehi terjadi dua zaman yaitu zaman prasejarah dan zaman
kerajaan yunani. Dizaman prasejarah manusia belum berfikir dengan logika dan
hanya mempercayai semua kejadian adalah kehendak dewa. Sedangkan dizaman
kerajaa yunani manusia sudah mulai berfikir dengan rasio. Contohnya Tales
mengungkapkan bahwa bumi berasal dari air dan Tales juga orang pertama yang
dengan tepat dapat mempekirakan gerhana matahari. Dizaman kerajaan juga bermunculan para pemikir
seperti Plato dan Aritoteles. Kaum pemikir ini beri termpat yang sesuai dan
dijuluki kaum sofis yaitu kaum yang menyatakan bahwa “tidak ada kebenaran yang
mutlak di dunia ini”.
Dari abad keenam sampa
abad keenam belas adalah zaman
kegelapan. Disebut zaman kegelapan karena semua orang tidak dapat dengan bebas
berfikir karena terhambat oleh agama dalam hal ini agama katolik yang sedang
digunakan pada masa tersebut). Walapun banyak yang bertentangan dengan agama tetapi
penemuan teknologi tetap marak . dizaman ini terdapat beberapa tingkat sosial
yaitu :
- Raja
- Bangsawan
- Baron-baron (para pengurus kerajaan)
- Tokoh agama
Dengan banyaknya
penemuan teknologi munculah kaum borjuis (orang-orang yang menemukan
teknologi). Dengan munculnya kaum baru ini mereka semakin naik dan menguasai
ekonomi. Maka munculah industri yang dimana banyak pekerja namun tidak banyak
pekerjaan pada masa itu. Inilah yang memunculkan liberalis,hal-hal tentang
liberalis pada masa itu antara lain:
- Muncul karena kaum borjuis yang ingin pendapatnya diakui.
- Sebelumnya negara mengakui seluruh kekuasaan dari tuhan yang diberikan kepada raja, lalu paham ini dihilangkan.
- Mulai adanya bentrok antara kaum borjuis dan raja sehingga muncul berbagai perjanjian.
Dari sinilah konsep
negara terbentuk dengan manusia satu sama lain salaing mengeluarkan
pendapatnya. Contohnya revolusi prancis yang benyaknya bermunculan konsep
individualistik yang diterima di tahun 18-an. Dan ditahun tersebut Karl Mark melihat
bahwa dimasyarakat terdapat kelas-kelas yaitu ortodok, borjuis, dan miskin. Sehingga
munculah gagasan ingin mendirikan negara tanpa kelas. Paham ini dinamakan
sosialis, yaitu hipotesa seseorang yang ingin melaksanakan hal yang
diidam-idamkannya. Dan paham ini dilaksanakan oleh satu partai yaitu komunis.
Dan dalam sejarah dunia
dari abad keenam belas samapai
kesembilan belas adalah masa modern dan abad ke sembilan belas sampai abad dua
puluh adalah zaman komtemporer.
Dalam garis besar
konsep liberal, jika diterapkan di Indonesia akan terjadinya banyak partai
politik yang diserahkan kepada masing-masing pihak. Dalam bidang sosial tidak
akan memiliki banyak pasal dan dalam bidang ekonomi negara tidak akan berurusan
mengurusi dan hanya sebagi wasit jika ada permasalahan.
Sedangkan dalam secara
konsep ideologi sosialis, dalam bidang agama harus dilarang, bidang sosialis
akan banyak hukum untuk masyarakat sebagai pengontrol tingkah laku. Dibidang ekonomi
segalanya akan menjadi milik negara sehingga barang-barang menjadi murah. Sedangkan
dalam bidang politik hanya akan ada satu partai politik.
Indonesia tidak dapat
memakai karena budaya indonesia yang tidak sam adengna orang-orang eropa dan
apabila memaksan akan terjadi ketimpangan sosial yang sangat besar. Sedangkan tidak
memakai sosialiskarena di Indoensia agama tidak dapat dipisahkan denga
kehidupan. Didalam bidang politik pun akan banyak yang menciderai hak asasi
manusia. Sedangkan dibidang ekonomi sejak dari awalpun banyak pemimpin orang
yang punya sehingga sulit untuk merelisasikannya.
Sehingga dengan sidang
BPUPKI pancasila lah yang tepat untuk Indonesia.
Itulah hasil pertemuan
keenam mata kuliah pendidikan pancasila. Semoga bermanfaat. Terimakasih. Tetap SEMANGAT!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar